- Diposting oleh : Adnan M. Rosyid
- pada tanggal : Januari 28, 2026
SURAKARTA – Suasana halaman SMK Negeri 3 Surakarta tampak berbeda dan penuh semangat pada Jumat pagi (23/1/2026). Ratusan siswa dari kelas X dan XI berkumpul untuk mengikuti kegiatan bertajuk "Jum'at Bergizi", sebuah inisiatif sekolah dalam mendukung kesehatan siswa melalui sarapan bersama dan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat kebersamaan antarwarga sekolah, tetapi juga memastikan para siswa mendapatkan asupan energi yang cukup sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM).
Asupan Gizi untuk Generasi Berprestasi
Dalam kegiatan ini, para siswa menyantap menu sarapan sehat yang telah disiapkan dengan standar gizi seimbang. Program MBG ini menjadi langkah nyata sekolah dalam mengedukasi siswa mengenai pentingnya sarapan pagi, sebuah kebiasaan yang sering kali dilewatkan oleh para remaja karena alasan waktu atau kebiasaan.
Fokus Kesehatan Remaja Putri
Selain agenda sarapan bersama, sorotan utama dalam kegiatan Jum'at Bergizi kali ini adalah perhatian khusus terhadap kesehatan siswi. Pihak sekolah membagikan Obat Penambah Darah (Tablet Tambah Darah/TTD) secara gratis kepada seluruh murid perempuan.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menanggulangi anemia yang rentan dialami oleh remaja putri. Kekurangan darah sering kali menjadi penyebab siswi merasa 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lelah, Lalai) saat di kelas, yang pada akhirnya dapat menurunkan prestasi akademik. Pembagian ini diawasi langsung oleh guru pendamping untuk memastikan tablet tersebut dikonsumsi dengan benar.
Antusiasme Siswa
Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara tersebut. Halaman sekolah dipenuhi canda tawa dan suasana kekeluargaan saat siswa makan bersama teman-teman sekelas dan para guru. Kegiatan ini dinilai efektif dalam membangun karakter disiplin sekaligus kesadaran akan pola hidup sehat (PHBS).
Acara "Jum'at Bergizi" ini ditutup dengan membersihkan tempat makan oleh seluruh siswa sebagai wujud tanggung jawab lingkungan, sebelum mereka kembali ke ruang kelas masing-masing untuk melanjutkan aktivitas belajar.

